Rumah Santri Putaran ke-157: Majelis Agung yang Menggetarkan Langit Pamijahan

Duniaislambumiindonesia.blogspot.com - Di saat kita sedang berlari mengejar dunia, sering kali kita lupa bahwa hati butuh disirami, jiwa butuh kembali ditautkan pada cahaya. Di tengah derasnya arus informasi dan peliknya problem kehidupan hari ini, seruan dari para ulama kembali menggugah nurani kaum Muslimin: “Kembalilah ke majelis ilmu, karena di sana Allah turunkan ketenangan dan rahmat.”

Seruan inilah yang kini menggema dari wilayah Pamijahan, Bogor Barat Sebuah acara akbar yang telah lama menjadi oase bagi umat: Pengajian Rumah Santri Putaran ke-157, yang digelar Di Majelis Ta'lim Nuruttarbiyyah di bawah pimpinan Abah Haji AceSabtu, 13 Desember 2025 / 22 Jumadil Akhir 1447 H, Jam 08.00 – 12.00 WIB, Kp. Ciasuepan RT 05 RW 02, Desa Cibitung – Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Acara ini bukan sekadar pengajian. Ia adalah mimbar peradaban—tempat ulama, santri, dan masyarakat bersatu menghidupkan tradisi keilmuan Islam Nusantara.

Sebuah Tradisi yang Menjaga Cahaya

Rumah Santri bukan sekadar nama majelis, tetapi wadah perjuangan yang berusaha menjaga kesinambungan ilmu para ulama terdahulu. Di era ketika banyak manusia sibuk mengejar kilau dunia, Rumah Santri hadir sebagai mercusuar yang menunjukkan arah:

Ilmu adalah cahaya.
Majelis ilmu adalah jalannya.
Guru adalah penuntunnya.

Di sinilah ribuan jamaah telah menemukan ketenangan, memperbaiki akhlak, menata niat, dan meneguhkan kembali langkah dalam hidup.

Putaran demi putaran berjalan, dan kini telah memasuki putaran ke-157, bukti bahwa tradisi ini terus dilestarikan dengan penuh keikhlasan.

Majelis ini terbuka untuk umum, tanpa batasan usia, tanpa syarat khusus. Selama ada niat dan waktu, siapa pun diperbolehkan hadir untuk menjemput keberkahan.

Para Ulama yang Menghidupkan Majelis

Majelis agung ini akan diisi oleh guru-guru yang alim, kharismatik, dan telah mengabdikan hidupnya untuk mengajarkan ilmu syariat dan tasawuf:

1. KH Sam’un - Membahas Kitab Fathul Mu’in, pedoman penting fiqih Syafi’iyah yang menjadi pegangan pesantren-pesantren di Nusantara.

2. KH Tatan Mubarok - Mengulas hikmah mendalam dari Kitab Al-Hikam, karya emas Ibn ‘Atha’illah—kitab yang mengajarkan ketenangan hati dan keikhlasan.

3. KH Fikih Noval Hamdzali -Menerangkan Kitab Mizan Kubro, kitab ilmu mantik dan logika yang memperkuat pola pikir umat agar tidak terombang-ambing oleh syubhat.

4. KH Bubung Burhanudin - Menyampaikan inti tauhid dari Jauharut Tauhid—kitab yang menjaga akidah agar tetap lurus dan selamat.

5. KH Sahal - Menghidupkan nasihat-nasihat emas Nashoihul ‘Ibad / Nashaihush Shalihin, pelajaran akhlak yang menjadi fondasi kehidupan Muslim.

Para ulama ini bukan hanya mengajar, tetapi mewariskan hikmah, membawa cahaya dari sanad ilmu para ulama terdahulu hingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Lebih Dari Sekadar Pengajian — Ini Adalah Perjalanan Ruhani. Majelis Rumah Santri bukan hanya tempat mendengar ceramah. Ia adalah: Tempat hati yang lemah menjadi kuat,Tempat iman yang redup kembali menyala. Tempat kegelisahan diganti dengan ketenangan,Tempat cinta kepada ilmu kembali ditegakkan

Di majelis ini, setiap jamaah bukan hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi merasakan sentuhan spiritual yang menggetarkan jiwa.

Banyak jamaah yang bersaksi bahwa dari majelis seperti inilah hidup mereka berubah—lebih teratur, lebih ringan, lebih dekat dengan Allah.

Seruan Pengurus Rumah Santri: “Ayo Hadir, Jangan Lewatkan!”

Ketua Umum Rumah Santri, Kang Ruhiyat Sujana, menyampaikan: Setiap langkah kaki menuju majelis ilmu dicatat sebagai ibadah. Datanglah dengan niat baik, pulanglah dengan hati yang tercerahkan.”

Sekretaris Jenderal, Ustadz Aep Saepullah, menambahkan: “Rumah Santri dibangun agar umat tidak menjauh dari ilmu. Selagi ada kesempatan, selagi ada waktu, manfaatkan untuk berkumpul dengan ulama.”

Pengurus rumah santri berharap Tidak ada alasan untuk absen kecuali jika ada udzur syar’i. Karena majelis ilmu adalah taman surga, dan tidak semua orang memiliki kesempatan masuk ke dalamnya.

Cahaya yang Menanti di Pamijahan - Rumah Santri Putaran ke-157 adalah momentum besar bagi umat Islam khususnya di Bogor Barat. 

Momentum untuk kembali mendekat pada ulama.Momentum untuk memperbaiki diri.
Momentum untuk menata langkah menuju Allah.

Semoga siapa saja yang hadir, Allah mudahkan langkahnya, Allah bukakan hatinya, dan Allah curahkan cahaya ilmu ke dalam kehidupannya.

Mari hadir.
Mari hidupkan majelis.
Mari jemput keberkahan.


Badru & Ustadz Jamal Kamis 11/12/2025 M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelantikan Ketua RW dan RT Desa Cimayang, Kabupaten Bogor, Periode 2025–2030

FSB KIKES KSBSI Sukabumi Suarakan Lima Harapan Buruh pada Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025

Rumah Santri Gelar Kajian Rutin ke-154: Kokohkan Ukhuwah dan Spirit Keilmuan Umat