Postingan

Tabligh Akbar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Di Masjid Jami Al-Barokah Bogor

Gambar
Duniaislambumiindonesia.blogspot.com - Dalam rangka meneladani perjalanan agung Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada peristiwa Isra Mi’raj, umat Islam kembali diajak untuk menguatkan iman, memperbaiki kualitas shalat, dan menata kehidupan dengan nilai-nilai ilahiah. Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar sejarah, tetapi pesan spiritual yang hidup dan relevan sepanjang zaman. Sebagai bentuk syiar Islam dan penguatan ukhuwah, akan diselenggarakan Tabligh Akbar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang terbuka untuk umum, baik ikhwan maupun akhwat. Penyelenggaran Kegiatan Tabligh Akbar ini di gelar pada hari Sabtu, 24 Januari 2026 ,Pukul 18.30 WIB sampai selesai. Berlokasi Di Masjid Jami’ Al-Barokah, Kp. Cimanggu RT 08/06, Desa Cimanggu 2, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rangkaian Acara sebagai berikut Sholat Maghrib berjamaah,Khotmul Qur’an,Pembacaan Maulid Nabi,Tausiyah dan doa bersama. Insya Allah tausiyah akan disamp...

Ketika Hidup Terasa Berat, Mungkin Iman yang Perlu Dikuatkan

Gambar
Banyak orang merasa hidupnya berat, padahal yang melemah bukan keadaannya—melainkan imannya. Saat iman menguat, hati pun menemukan ketenangannya. Beban Hidup atau Beban Hati? Pernah merasa hidup begitu berat, padahal secara kasat mata semuanya tampak “baik-baik saja”?Pekerjaan ada, keluarga lengkap, kebutuhan tercukupi—namun hati tetap sesak, pikiran lelah, dan jiwa gelisah. Di sinilah kita perlu jujur pada diri sendiri, sering kali yang berat bukan hidupnya, tapi hatinya.Beban hidup datang dari luar yaitu berupa tanggung jawab, masalah ekonomi, ujian keluarga, atau keadaan yang tak sesuai harapan. Namun beban hati datang dari dalam berupa iman yang melemah, harapan yang salah tempat, dan hati yang terlalu menggenggam dunia. Ketika dunia terlalu kita peluk, ia akan terasa berat.Padahal dunia bukan untuk dipeluk,ia hanya tempat singgah. Iman dan Ketenangan: Hubungan yang Tak Terpisahkan,  Allah.Subhanauata'ala sudah memberi kunci ketenangan jauh sebelum kita ...

Rezeki Tidak Selalu Datang dalam Bentuk Uang: Makna Rezeki yang Sering Kita Lupakan

Gambar
Banyak orang merasa hidupnya kurang, padahal Allah terus melimpahkan rezeki setiap hari. Masalahnya bukan karena rezeki sempit, melainkan karena kita terlalu menyederhanakan makna rezeki hanya sebatas uang dan materi. Padahal dalam Islam, rezeki memiliki arti yang jauh lebih luas dan mendalam. Artikel ini mengajak kita memahami kembali bahwa rezeki tidak selalu datang dalam bentuk uang, tetapi juga hadir dalam wujud yang sering kita abaikan. Rezeki Tidak Hanya Uang, Tapi Juga Sehat, Waktu, dan Keluarga.  Salah satu bentuk rezeki terbesar adalah kesehatan. Tubuh yang kuat, napas yang lega, dan anggota badan yang berfungsi normal adalah nikmat yang nilainya tidak bisa diukur dengan uang. Banyak orang memiliki harta melimpah, namun harus menukarnya dengan biaya besar hanya untuk bisa hidup normal. Selain sehat, waktu adalah rezeki yang sangat berharga. Setiap detik yang Allah berikan merupakan kesempatan untuk beribadah, bekerja, dan berbuat kebaikan. Sayangnya, waktu seri...

Dunia Ini Tidak Jahat, Kita Hanya Terlalu Lama Singgah

Gambar
Sering kali kita berkata, “Dunia ini kejam.” Padahal, mungkin bukan dunianya yang jahat, tetapi hati kita yang terlalu berharap pada sesuatu yang memang tidak ditakdirkan untuk menetap. Dunia sejak awal hanyalah tempat singgah. Ia bukan rumah, bukan tujuan akhir, dan bukan tempat bergantung sepenuhnya. Namun tanpa sadar, kita membangun harapan seolah-olah dunia akan selalu ramah dan adil. Dunia Hanya Tempat Lewat Allah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Bukan berarti kita dilarang berusaha, tetapi kita diingatkan agar tidak menjadikannya sebagai tujuan utama. Masalah muncul ketika Kita menggantungkan kebahagiaan pada harta, Kita menaruh ketenangan pada jabatan dan Kita menyerahkan hati pada manusia. Saat semua itu pergi, hati pun runtuh.  Luka Bukan Bukti Dunia Jahat .Kegagalan, kehilangan, dan kekecewaan bukan tanda bahwa dunia membenci kita. Itu hanyalah pengingat bahwa ada sesuatu yang lebih abadi dari apa yang sedang kita kejar. D...

KEKUASAAN ADALAH UJIAN BUKAN KEHORMATAAN MUTLAK

Gambar
Duniaislambumiindonesia.blogspot.com -  Kekuasaan sering disalahpahami sebagai simbol kemuliaan, padahal dalam pandangan Islam ia adalah amanah besar sekaligus ujian yang berat. Rasulullah ﷺ jauh hari telah mengingatkan bahwa perjalanan kekuasaan umat ini akan melalui fase-fase yang beragam—dari kepemimpinan yang adil hingga masa kekuasaan yang memaksa dan penuh kedzaliman. Hadits tentang tahapan kekuasaan ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan cermin bagi umat agar tidak silau oleh jabatan, tidak membenarkan kezaliman, dan tetap berpihak pada nilai keadilan. Melalui kajian hadits dan ayat-ayat Al-Qur’an, tulisan ini mengajak pembaca merenungkan hakikat kekuasaan: ia datang atas kehendak Allah, diuji dengan amanah, dan akan dimintai pertanggungjawaban. Dari Nu‘man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa : Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda : “Akan ada masa kenabian di tengah kalian selama Allah Swt menghendakinya.Kemudian Allah Swt mengangkatn...

Rumah Santri Putaran ke-157: Majelis Agung yang Menggetarkan Langit Pamijahan

Gambar
Duniaislambumiindonesia.blogspot.com - Di saat kita sedang berlari mengejar dunia, sering kali kita lupa bahwa hati butuh disirami, jiwa butuh kembali ditautkan pada cahaya. Di tengah derasnya arus informasi dan peliknya problem kehidupan hari ini, seruan dari para ulama kembali menggugah nurani kaum Muslimin:  “Kembalilah ke majelis ilmu, karena di sana Allah turunkan ketenangan dan rahmat.” Seruan inilah yang kini menggema dari wilayah Pamijahan, Bogor Barat Sebuah acara akbar yang telah lama menjadi oase bagi umat: Pengajian Rumah Santri Putaran ke-157 , yang digelar Di Majelis Ta'lim Nuruttarbiyyah di bawah pimpinan Abah Haji Ace .  Sabtu, 13 Desember 2025 / 22 Jumadil Akhir 1447 H, Jam 08.00 – 12.00 WIB, Kp. Ciasuepan RT 05 RW 02, Desa Cibitung – Pamijahan, Kabupaten Bogor. Acara ini bukan sekadar pengajian. Ia adalah mimbar peradaban —tempat ulama, santri, dan masyarakat bersatu menghidupkan tradisi keilmuan Islam Nusantara. Sebuah Tradisi yang Menja...

Ketika Bumi Mengeluh: Renungan dari QS. Ar-Rum Ayat 41

Gambar
Duniaislambumiindonesia.blogspot.com - Bumi adalah amanah. Ia diciptakan Allah bukan hanya untuk dipijak, tetapi untuk dijaga, dirawat, dan dimakmurkan. Namun hari ini, bumi tidak lagi seindah dulu. Hutan digunduli, sungai tercemar, laut penuh sampah, udara sesak oleh polusi. Bumi seakan berteriak, mengaduh, dan mengeluh—karena kita, manusia, abai menjaga titipan Ilahi. Allah telah memperingatkan hal ini dengan sangat jelas dalam firman-Nya: " Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum: 41).[1] Ayat ini bukan sekadar peringatan, tetapi cermin. Kita diminta melihat diri sendiri: apakah kita termasuk penjaga bumi, atau penyebab kerusakannya? Kerusakan yang Terjadi Bukan Kebetulan, Kerusakan alam bukan fenomena tanpa sebab. Ia lahir dari pilihan-pilihan kita seperti  Penebangan hutan tanpa reboi...